Cara Membuat JADAM Liquid Fertilizer
Jadam Liquid Fertilizer (JLF) adalah nutrisi yang dibuat dari bahan organik dengan menggunakan proses anaerobik dari mikroorganisme yang disebut dengan pembusukan. Pupuk ini mudah dibuat dan biayanya sangat murah. Hasilnya tidak kalah bahkan lebih bagus dari pupuk kimia yang dibeli dari toko pertanian.
![]() |
| Bahan dicampur dalam proses pembuatan JADAM Liquid Fertilizer |
Artikel ini akan membahas konsep dasar, resep sederhana, keuntungan, dan potensi bahaya dari JLF.
Pahami Sebelum Mulai
Berikut ini cara untuk membuat 10 liter JLF. Tidak seperti
JADAM Mikroorganism Solution, JLF semakin lama disimpan akan semakin baik.
Bahan-bahan:
- Leaf mold atau humus = 1 gelas atau 1 genggam tangan
- Material organik = daun tanaman, rumput, atau sisa makanan
- Air bebas klorin = air hujan, air sungai, atau air PAM yang telah diendapkan selama 24 jam
- Ember = Isi 10 liter air
3 Langkah Membuat JLF
JLF menggunakan mikroorganisme untuk ‘mengekstrak’ nutrisi dari material organik. Mikroorganisme ini dikumpulkan atau diambil dari alam dan disimpan di lingkungan yang cocok agar dapat bekerja dengan baik.
1. Kumpulkan bahan
Tiga (3) bahan utama: leaf mold (humus), material
organik, air. Humus bsa didapatkan dari kebun sekitar atau dari hutan. Ciri-ciri
leaf mold yang bagus adalah berwarna gelap, lembut, rasanya halus. Biasanya
berada di bagian bawah endapan daun atau kayu yang telah lapuk. Material organik
bisa didapatkan dari alam sekitar, bahkan dari kotoran manusia atau hewan.
Apabila JLF akan digunakan untuk memupuk tanaman
cabe, maka bahan material organik yang digunakan sebaiknya dari bagian tanaman
cabe itu sendiri, seperti daun, buah yang busuk, atau batangnya. Apabila JLF
akan digunakan untuk tanaman padi, maka gunakanlah jerami. Untuk tambahan
material organik lainnya, gunakanlah rumput liar yang berada di sekitar tanaman
yang akan kita pupuk. Mengapa? Karena material organik tersebut secara habitat sudah
sesuai dengan lingkungan tanaman yang akan kita pupuk nanti.
Untuk air, gunakan air dari sumur, sungai, atau air hujan. Apabila terpaksa menggunakan air kran, maka endapkan selama 1 malam sebelum digunakan. Esok harinya, ambil air yang berada di bagian atas dari wadah.
2. Campurkan semua bahan yang ada
Tempatkan material dedaunan pada wadah. Sisakan
ruang sekitar 5-10 cm dari ujung wadah. Bahan-bahan tidak perlu dicacah, tapi bila
dicacah juga lebih baik. Lalu campurkan leaf mold ke wadah dan aduk merata. Tuang
air ke dalam wadah hingga memenuhi dan membasahi material dedaunan. Bahan tidak
perlu diaduk, apabila ada bahan yang mengambang maka cukup ditenggelamkan ke
dalam air.
![]() |
| Material organik, leaf mold, dan air dicampur merata |
3. Pupuk Mulai Diproses
Tutup wadah dengan penutup. Biarkan mikroorganisme bekerja. Apabila bahan yang digunakan adalah rerumputan yang tumbuh dengan cepat, seperti krokot atau jelatang, maka pupuk ini dapat digunakan setelah 10 hari. Selanjutnya, leaf mold dan bahan organik bisa terus ditambahkan tanpa perlu membersihkan wadah. Dan pupuk ini bisa digunakan terus menerus.
![]() |
| Pupuk cair JLF siap digunakan |
Cara Menggunakan JLF
Adapun tiga (3) cara menggunakan JLF adalah sebagai berikut.
1. Pemupukan langsung
Campur dengan air dengan dosis 1:100.
1 liter JLF dicampur dengan 100 liter air.
JLF
juga dapat digunakan untuk persemaian benih. JLF juga dapat dikombinasikan
dengan Jadam Wetting Agent (JWA) untuk disemprotkan ke daun.
Untuk aplikasi skala besar, JLF dapat diaplikasikan dengan pompa venturi dan sistem irigasi.
2. Sebagai Bahan Tambahan Pestisida Organik
Seperti yang disampaikan sebelumnya, JLF perlu dikombinasikan dengan JWA sebagai bahan surfaktan. Dengan bahan surfaktan, maka bahan ini akan menempel pada daun dan serangga yang mengenainya, sehingga menciptakan sejenis pestisida kontak organik. Dan ketika JWA mengering maka larutan ini akan terurai dan menjadi sumber nutrisi bagi tanaman.
3. Bahan Kompos
Di beberapa daerah, petani mulai menggunakan
tinja sebagai bahan JADAM Organic Farming. Menarik. Perlu diketahui bahwa JLF
ini tinggi kandungan nitrogen, sehingga amat cocok untuk pengomposan.
![]() |
| Kompos JLF |
Resep JADAM Organic Fertilizer Untuk Pemula
Dalam
bukunya, JADAM Organic Farming: The Way To Ultra-Low Agriculture, Youngsang Cho
menyampaikan ada banyak tipe JLF. Beliau menyampaikan bahwa dengan JADAM, pertanian
bisa menjadi sangat mudah dan murah. JADAM amat menghindari penggunaan gula
merah dan molase, sebagaimana yang disampaikan dalam Korean Natural Farming.
Berikut ini 3 resep sederhana untuk membuat JLF.
1. JADAM Organic Fertilizer dari Rumput Liar
JADAM menekankan bahwa rumput liar,
tanaman, bahkan gulma tidak ada bedanya dengan tanaman yang kita coba tanam.
Hasilnya, JLF yang dihasilkan dari rumput
liar mengandung unsur hara dan mineral yang seimbang yang dibutuhkan tanaman
kita.
Untuk membuat Wild Grass JLF, kumpulkan
berbagai macam tanaman liar dari daerah Anda dan gunakan seperti petunjuk di
atas. Bahan rumput liar ini amat mudah didapatkan di pekarangan ataupun lahan
pertanian kita.
Kandungan nitrogennya yang tinggi, JLF Rumput Liar ini dapat digunakan setelah 10 hari.
![]() |
| Rumput liar bahan pembuatan JLF |
2. JADAM Organic Fertilizer dari Tanaman Tertentu
Jika kita ingin menanam tanaman tertentu
dalam jumlah besar, kita akan membutuhkan pupuk yang disesuaikan dengan tanaman
tersebut.
Menurut JADAM, pupuk terbaiknya adalah
dengan memanfaatkan hasil panen itu sendiri.
Misalnya Anda ingin memproduksi pupuk untuk
cabe. Dalam hal ini, gunakan sisa panen cabe terakhir Anda, termasuk daun,
batang, dan yang terpenting, buahnya. Baik buah yang rusak karena terserang
hama, busuk ataupun buah yang bagus.
Produk akhirnya mengandung nutrisi,
mineral, dan bahkan beberapa mikroba yang dibutuhkan tanaman cabe dalam
proporsi yang sempurna.
Persiapan JLF ini bisa memakan waktu hingga 3 bulan, namun layak untuk ditunggu.
![]() |
| Cabe yang terkena patek digunakan sebagai bahan JLF |
3. JADAM Organic Fertilizer dari Sampah Makanan
Alih-alih membuat kompos, JADAM mengusulkan
untuk mengubah sisa makanan menjadi pupuk cair.
Anda bisa menggunakan hampir semua sisa makanan;
mentah atau matang,, buah-buahan, sayuran, biji-bijian, bahkan daging!
Intinya, JLF Food Waste merupakan sarana
pengelolaan sampah sekaligus membatasi kemungkinan menarik hama yang tidak
diinginkan.
Namun, proses tersebut dapat menghasilkan
bau busuk. Jadi berhati-hatilah saat memilih lokasi.
Proses ini dapat memakan waktu 6 hingga 12
bulan untuk menyelesaikannya, sehingga menghasilkan pupuk nitrogen yang tinggi.
Potensi kerugian akibat penggunaan Pupuk Organik JADAM boleh dibilang tidak ada. Alternatif ini jauh lebih baik dibanding menggunakan bahan kimia berbahaya. Namun dalam segala hal, terlalu banyak hal baik justruk bisa menjadi buruk.
Penggunaan
JLF yang berlebihan dapat mengganggu aktifitas mikroba dalam tanah sehingga
menjadi sangat ketergantungan pada JLF. Idealnya adalah menciptakan ekosistem
yang ideal bagi organisme ini untuk berkembang.
Berikan permulaan yang baik, lalu biarkan mikroba ini bekerja dengan sendirinya.
![]() |
| Proses pembuatan JADAM Liquid Fertilizer |
Final Thought
JADAM
Liquid Fertilizer merupakan alternatif yang baik dalam kondisi saat ini dimana
harga pupuk begitu mahal. JLF aman bagi tanah dan tanaman dan menimbulkan efek
berbahaya.
JLF
mudah dibuat bahkan oleh orang awam sekalipun. Buat dan gunakan secara cukup.
JLF bisa dimulai saat ini supaya bisa mulai beralih dari pertanian berbasis
kimia ke pertanian organik.
Referensi
Cho, Youngsang. JADAM Organic Farming: The Way To Ultra-Low
Agriculture. Translated By Rei Yoon. JADAM. 2016
JADAM. JADAM Organic Farming. En.Jadam.kr. Accessed November 2023







Posting Komentar untuk "Cara Membuat JADAM Liquid Fertilizer"
Posting Komentar